Penerapan Pembelajaran yang Terpusat pada Anak

Pendidikan tentunya memiliki tujuan untuk mendapatkan pengetahuan, pemahaman, dan internalisasi pengetahuan. Penerapan pembelajaran yang terpusat pada anak diharapkan dapat membantu pencapaian tujuan tersebut.

Makna dari pembelajaran yang terpusat pada anak adalah proses belajar mengajar berlandaskan pada kebutuhan dan minat anak. Proses pembelajaran ini mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan anak dalam belajar. Guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, dan pemimpin dalam proses pembelajaran.

Implementasi Pembelajaran yang Terpusat pada Anak

Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak tentunya berbeda dengan pembelajaran yang selama ini kita kenal, yakni pembelajaran yang terpusat pada guru. Bagaimana penerapan proses pembelajaran ini? Mari simak uraian berikut ini:

Anak menjadi subjek belajar yang aktif

Sebagai subjek dalam proses pembelajaran anak mesti aktif dengan kegiatan pemecahan masalah, menjawab pertanyaan, merumuskan pertanyaan sendiri, berdiskusi, menjabarkan, berdebat atau brainstorming.

Pembelajaran kooperatif

Anak bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah dan proyek. Kerja sama ini bersifat saling ketergantungan secara positif dan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.

Pengajaran induktif

Guru memberikan tantangan kepada anak berupa pertanyaan atau masalah. Selanjutnya anak mempelajari materi yang berkaitan dan berusaha mengatasi tantangan tersebut. Cakupan dari pengajaran induktif meliputi penyelidikan berdasarkan instruksi, masalah, atau proyek, pembelajaran inovasi, dan just in time mengajar.

Demikian implementasi pembelajaran yang berpusat pada anak. Metode pembelajaran tersebut sangat mengutamakan aspek individual dalam pengalaman belajar, memberi kesempatan anak untuk mengambil keputusan dan memilih aktivitas yang sesuai dengan minatnya.

Pengaruh Pola Interaksi dan Kedekatan Guru dan Murid

Dalam pembelajaran yang berpusat pada anak, guru mesti mengenali dan memahami karakter setiap siswa. Memang hal ini sangat berbeda dengan pembelajaran yang berpusat pada guru yang lebih mengutamakan kapasitas pengajar dalam menguasai materi dan menyampaikannya.

Faktanya setiap anak memiliki pola dan perkembangan yang unik, mulai dari kepribadian, cara belajar, hingga latar belakang keluarga. Jadi metodologi belajar dan interaksi pengajar dan anak mesti sesuai dengan karakter masing-masing anak.

Karenanya guru mesti mengembangkan pola komunikasi dan interaksi yang hangat dan akrab untuk bisa mengenali karakter dan potensi setiap anak. Hal ini penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar.

Itulah tadi sedikit penjelasan mengenai pembelajaran yang terpusat pada anak. Tentunya peran guru sebagai fasilitator dan sumber belajar bagi anak menentukan keberhasilan pembelajaran dengan metode ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *