Perbedaan Pengembangan Motorik Halus dan Kasar

Sebagai orang tua siaga, sekali dua kali Anda tentu pernah mendengar istilah motorik kasar maupun halus pada anak, bukan? Proses pengembangan motorik halus dan kasar haruslah Anda awasi dengan baik agar tumbuh kembang anak berjalan sebagaimana mestinya. Untuk mendukung pengembangan motorik kasar maupun halus pada anak Anda harus tahu dulu perbedaan antara motorik kasar dan halus.

Inilah Perbedaan Pengembangan Motorik Halus dan Kasar yang Wajib Dipahami Orang Tua

Kemampuan motorik adalah kemampuan gerak yang melibatkan otot pada anak. Nah, pergerakan otot ini terbagi menjadi dua, yaitu motorik halus dan motorik kasar. Pembahasan mengenai motorik halus maupun motorik kasar mungkin akan agak sulit membedakannya karena keduanya sama-sama pergerakan otot.

Agar Anda tidak bingung-bingung lagi, Anda bisa memahami ulasan mengenai perbedaan pengembangan motorik halus dan kasar di bawah ini. Pembahasan ini akan membantu Anda lebih memahami apa itu motorik kasar dan apa itu motorik halus.

Motorik Halus

Motorik halus pada anak adalah keterampilan anak untuk menggerakkan otot-otot kecil di tubuhnya. Otot-otot kecil itu seperti otot tangan, otot pergelangan tangan, otot jari tangan dan kaki, lidah, dan juga bibir.

Stimulasi untuk motorik halus adalah mengajak anak untuk berbicara, menggunakan alat makan, dan menyisir rambut. Umumnya, pergerakan motorik halus tidak membutuhkan gerakan besar dan biasanya hanya perlu gerakan dari tangan saja.

Motorik Kasar

Kebalikan dari motorik halus, motorik kasar merupakan keterampilan untuk menggerakkan bagian otot tubuh yang lebih besar. Bagian otot yang lebih besar tersebut adalah tangan dan kaki.

Anda dapat menstimulasi kinerja motorik kasar pada anak dengan melatih anak untuk merangkak, berjalan, melompat, dan berlari. Jadi, latihan-latihan stimulasi motorik kasar pada dasarnya membutuhkan gerakan hampir di seluruh tubuh anak.

Itulah pembahasan mengenai perbedaan pengembangan motorik halus dan kasar. Sekarang Anda bisa memantau perkembangan motorik halus maupun kasar dengan benar dan tepat. Dengan demikian, Anda dapat membantu menstimulasi masing-masing motorik yang kurang para proses pengembangannya. Proses stimulasi motorik halus maupun kasar tentunya berbeda sehingga penting sekali bagi Anda untuk mengetahui motorik mana yang membutuhkan stimulasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *